Patologi Klinik..hmm….

Patologi klinik..“haa?apa?”, “itu ngapain?”, “spesialis kah?” itu beberapa tanggapan dari temen-temen saya non kedokteran begitu mendengar saya ingin masuk SpPK (Spesialis Patologi Klinik). Lain lagi tanggapan dari rekan-rekan sejawat: “lah,ngapain masuk PK?”, “weh,gak bedah aja brut”, “PK ganok duite pak,obgyn ae wis..”, dan berbagai tanggapan yang lain.

Sebenernya apa sih Patologi Klinik (PK) itu?sy copas aja pengertiannya dari wikipedia :

Patologi merupakan cabang bidang kedokteran yang berkaitan dengan ciri-ciri dan perkembangan penyakit melalui analisis perubahan fungsi atau keadaan bagian tubuh.

Bidang patologi terdiri atas patologi anatomi dan patologi klinik. Ahli patologi anatomi membuat kajian dengan mengkaji organ sedangkan ahli patologi klinik mengkaji perubahan pada fungsi yang nyata pada fisiologi tubuh.

sedikit tambahan dari buku Kapita Selekta Patologi Klinik D.N Baron :

Pada patologi klinik,dilakukan pemeriksaan terhadap perubahan yang timbul dalam hal susunan kimia dan mekanisme biokimia tubuh, perubahan ini bisa merupakan sebab atau akibat dari suatu penyakit. Yang diperiksa adalah cairan tubuh, terutama darah dan urine.

Dilihat dari pengertiannya mungkin sudah bisa dikira-kira lingkup kerja Spesialis Patologi Klinik bekerja. SpPK identik dengan Laboratorium Klinik tempat pasien biasanya diminta dokter pribadinya memeriksakan darah, urine, rontgen atau USG (dua yang disebut terakhir kepunyaan Sp.Rad ye). Kerjaannya?selain sebagai konsultan hasil pemeriksaan lab juga sebagai penanggung jawab lab tsb. Kerjaan lain?belum tau, maklum, saat ini status masih sebagai dokter umum yang berminat masuk Program Pendidikan Dokter Spesialis Patologi Klinik.

Terus,napa kok berminat?motivasinya apa?pertanyaan tentang motivasi ini yang bikin bingung. Sebenernya pengen hidup santai, menikmati hidup bersama keluarga, punya waktu untuk liburan bersama, dan bisa disambi berbisnis kecil-kecilan. kayaknya beberapa hal tersebut yang gak bisa saya dapetin kalo saya masuk Bedah Umum, Ortho, atau Obgyn. Kesannya males banget ye..hhehe..  Tapi waktu nulis pertanyaan wawancara jawaban ini gk keluar. Yang keluar pasti jawaban diplomatis. Karena Patologi itu merupakan sumber dari segala ilmu kedokteran, karena saya tertarik sejak pre klinik jadi saya ingin mengembangkan ilmu patologi, dan lain lain..lupa kemarin tulis apa aja.hahaha..

Tapi yang jelas menjadi seorang Patologi Klinik sangat menarik. Selain sebagai dokter, seorang Sp.PK juga sebagai peneliti, manajer, bisnisman, dan seorang guru yang insyaAllah dapat mengamalkan ilmu ke para calon dokter.

Semoga catatan ini tidak dibaca oleh dokter Sp.PK. Kalo terlanjur kebaca, harap maklum, masih dokter umum yang belum tau seluk beluk Sp.PK. Mungkin suatu saat bila diperkenankan masuk dan pada akhirnya pandangan saya berubah, nantinya bakalan diedit catatan amburadul  ini..heheehe..

Regards.

dr. Dian Sukma Hanggara

djebrut@yahoo.com

24 Replies to “Patologi Klinik..hmm….”

  1. yuli

    salam sejawat…
    bagaimana pak dokter?? sudah kesampean masuk ppds pk?? infonya sangat berguna, karena saya juga berminat mengambil bidang tsbt. gut luck ya…

    dr. yuli
    medan

  2. Chika

    Menarik ulasannya dok,,,sy juga berminat masuk PK dng alasan yg gk jauh beda dari dokter tulis di atas,,,krn br ikut test smoga diterima. Amiiiiiin.

  3. Rizki

    Luar biasa teman sejawat atas ulasannya, saya juga berminat masuk PK, namun minim pengetahuan mengenai cara masuknya, proses pendidikannya, dan prospek kariernya. Blog anda sangat membantu saya.
    Anda sekarang sudah semester 3, mungkin bisa sedikit diceritakan apa saja yang didapat selama pendidikan, dan mungkin sudah ada informasi mengenai prospek karir ke depan ? hehe …

    • drdjebrut

      Kebetulan saya sekarang masih semester 5. Untuk di PK kebanyakan acara ilmiah seperti baca jurnal dan diskusi kasus. Sedangkan praktiknya mengenai metode pemeriksaan. Kalau di Malang juga bisa belajar pengambilan dan interpretasi BMP.
      untuk prospek ke depan, SpPK bisa jadi penanggung jawab lab, pemilik lab, dosen atau peneliti.

  4. yuyun

    Salam kenal Dok..
    Saya ada rencana utk masuk mengambil PPDS PK ini,apa saya bisa minta gambaran soal ujian akademik nya? Krn terus terang masih sgt awam dan masih menerka2 saja ttg PPDS PK.trimakasih sebelumnya. Sukses selalu

    • drdjebrut

      Salam kenal juga..
      Kalau di Malang ujian TPA, MMPI, teori, journal reading, dan wawancara. Ujian teori bahan2nya seperti bahan S1, kalau journal reading kita diberi jurnal untuk direview.
      thx

      • dr.tiwi

        kebetulan saya juga berminat untuk jurusan tersebut dok, ada tips n trik tdk dok, karena saya masih awam.. ada ga pelatihan2 atau seminar yg harus saya ikuti, terimakasih

  5. Izzy

    Salam kenal dok. Thanks dah sharing infonya. Sy juga tertarik dgn PK. Resident PK ada jaga malam juga tah dok? Terus di indo khan feodalismeny msh khas banget. Apa di PK juga seperti itu? Di Indo di kampus mana aja mas ada PKnya. Ada teman sejawat yg tau minta tlg infonya ya. Sukses selalu

  6. Mora

    Salam kenal dok, dr. Sekarang ppds PK di mana kah? Contoh2 soal yg diujikan spt apa ya dok? Dulu waktu ujian PK pendidikan S1 kan betul2 teoritis & hafalan… nah apakah soal2 ujian ppds jg seperti itu atau gimana ya.. kalo boleh dok, tips2 lulus seleksi apa saja dok 🙂 maturnuwun , maaf kalo ceriwis keakehan takon. Hehe..

  7. arni

    Salam sejawat, infonya sangat membantu. Motivasi saya juga sama seperti TS hanya saja saya lebih tertarik ke patologi anatomi. Bisa beri info tentang kegiatas ppds pa dan prospek kariernya dok? Terima kasih

  8. liza aniq rosyidah

    Salam kenal dok..infonya amat sgt membantu bwt saya yang tertarik pingin masuk ppds pk…btw pingin tau aja dok ada dispensasi khusus ga utk usia masuk ppds pk bwt dokter yang pns …..

  9. Putri sunari

    Halo dok, saya putri. Well cukup happy juga baca tulisan dokter ttp PK. Saya juga ada ketertarikan ke bidang patologi klinik, tp masih agak “buta” gimana-gimananya. Hehehe

  10. Marsella ariani kawatu

    Selamat siang..
    Perkenalkan saya Marsella, Analis kesehatan dari salah satu Lab swasta di Jakarta.
    Saya ingin bertanya, mengenai hasil laboratorium, sebenarnya siapakah yang tepat, boleh dan layak untuk membacakan hasil lab kepada pasien??
    Apakah dokter umum? Atau dokter Sp.PK??
    Terimakasih sebelumnya.

  11. nisa

    Selamat malam dok, saya mahasiswa it yang kebetulan sedang mengerjakan skripsi yang menggunakan data breast cancer. Data tersebut merupakan hasil hasil diagnosis breast masses berdasarkan tes FNA. Yang ingin saya tanyakan apakah perbedaan data di bawah ini bagi penderita kanker payudara dan non-penderita kanker? Kemudian apakah tes FNA hanya menghasilkan data dibawah ini atau ada data yang lain? Saya berharap dokter bisa membantu saya, terimakasih.
    1. Clump Thickness
    2. Uniformity of Cell Size
    3. Uniformity of Cell Shape
    4. Marginal Adhesion
    5. Single Epithelial Cell Size
    6. Bare Nuclei
    7. Bland Chromatin
    8. Normal Nucleoli
    9. Mitosis

  12. Rahmahyuni Ahyar

    Salam sejawat, Jadi dok, setelah masuk ppds dan jd spesialis, apakah pandangan anda berubah mengenai PK? Karena ditulisan 7 thn lalu ini, sama persis dengan pemikiran saya skr, dokter umum yg baru lulus dan berminat masuk PK. Mohon pencerahannya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *