Reaksi Silang (Crossmatch reaction)

Tentu sebagian dari kita sudah mengetahui tentang apa itu reaksi silang atau crossmatch, dan saya yakin banyak di antara kita sudah lupa atau bahkan malah belum pernah mendengar tentangnya. Maka tidak ada salahnya kita sedikit membaca lagi tentang apa itu reaksi silang secara umum.

Reaksi silang adalah suatu jenis pemeriksaan yang dilakukan sebelum pelaksanaan transfusi darah. Tujuannya adalah untuk melihat apakah darah dari pendonor cocok dengan penerima (resipien) sehingga dapat mencegah terjadinya reaksi transfusi hemolitik. Selain itu juga untuk konfirmasi golongan darah.

Macam dari reaksi silang  :

1. Reaksi silang mayor : eritrosit donor + serum resipien

Memeriksa ada tidaknya aglutinin resipien yang mungkin dapat merusak eritrosit donor yang masuk pada saat pelaksanaan transfusi

2. Reaksi silang minor : serum donor + eritrosit resipien

Memeriksa ada tidaknya aglutinin donor yang mungkin dapat merusak eritrosit resipien. Reaksi ini dianggap kurang penting dibanding reaksi silang mayor, karena agglutinin donor akan sangat diencerkan oleh plasma di dalam sirkulasi darah resipien.

Tahapan Reaksi Silang :

1. Reaksi silang salin

Tes ini untuk menilai kecocokan antibody alami dengan antigen eritrosit antara donor dan resipien, sehingga reaksi transfusi  hemolitik yang fatal bisa dihindari. Tes ini juga dapat menilai golongan darah.

2. Reaksi silang albumin

Tes ini untuk mendeteksi antibody anti-Rh dan meningkatkan sensitivitas tes antiglobulin dengan menggunakan media albumin bovine.

3. Reaksi silang antiglobulin

Untuk mendeteksi IgG yang dapatmenimbulkan masalah dalam transfusi yang tidak dapat terdeteksi pada kedua tes sebelumnya. Terutama dikerjakan pada resipien yang pernah menerima transfusi darah atau wanita yang pernah hamil.

Semoga bermanfaat

dari berbagai sumber

19 Replies to “Reaksi Silang (Crossmatch reaction)”

  1. septi

    kak tanya, kalo hasil negatif berarti kan kompatibel. tp kalo misal cuma sampai ke fase 3 positip dan fase 2 negatip itu interpretasinya gmn?
    apa tubuh pasien mengandung anti rh? ato sebaliknya?
    thx sebelumnya……

  2. christ

    gmn kalau sdh dilakukan crossmatch ternyata masih menimbulkan aglutinasi. darah donor sdh diganti, tp tetap memberikan hasil positip aglutinasi sementara dengan darah resipien yg sama di lain tabung ( cross match konvensional)hasil negatip

    • drdjebrut

      maaf baru sempat membalas
      kemungkinan terdapat antibodi diluar ABO dan Rh yang positif, atau bisa juga akibat penyakit seperti anemia hemolitik autoimun.coba dieluasi dulu sebelum dilakukan crossmatch. atau untuk keadaan darurat, lebih amannya digunakan donor dari golongan darah O
      semoga dapat menjawab

  3. dahlia

    Kmrin ibu saya transfusi darah 2 kantong pertama ok ok saya kantong ke 3 incom katanya . Saya cuma di kasih info sdikit sm pmi nya pokonya bilangnya darahnya di skrining positif . Di stu saya liat diagnosa ca cervik . Mksdnyaa ibu saya positif ca cervik gitu ya? Memangnya bsa ya ca cervik di deteksi dr pemerikaaan darah lewat trnsfusi ?? Mohon di bls yaa …

  4. dahlia ameliq

    Kmrin ibu saya transfusi darah 2 kantong pertama ok ok saya kantong ke 3 incom katanya . Saya cuma di kasih info sdikit sm pmi nya pokonya bilangnya darahnya di skrining positif . Di stu saya liat diagnosa ca cervik . Mksdnyaa ibu saya positif ca cervik gitu ya? Memangnya bsa ya ca cervik di deteksi dr pemerikaaan darah lewat trnsfusi ?? Mohon di bls yaa …

    • Dian Sukma Hanggara

      mungkin perlu diperjelas diskrining positif ini maksudnya apa. Kalau yang dimaksudkan incompatible, bisa mayor atau minor, sering terjadi pada pasien yang sering mendapatkan transfusi darah PRC. Ca cervix didiagnosis dari paps smear/ sitologi/ histoPA, bukan dari pemeriksaan darah saat transfusi.
      Kemungkinan besar yang dimaksud dari hasil positif pada ibu Anda ini adalah hasil crossmatch (mayor atau minor) positif karena transfusi multipel..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *