IgM Anti-Salmonella dalam Diagnosis Demam Tifoid

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya Penggunaan Tes Widal pada Diagnosis Demam Tifoid kali ini saya akan membahas tentang pemeriksaan IgM anti-Salmonella yang sudah mulai menggantikan tes Widal.

IgM anti-Salmonella merupakan antibodi fase akut yang muncul akibat adanya infeksi Salmonella typhi. Antibodi ini muncul sebagai respon tubuh terhadap adanya antigen asing dalam tubuh manusia, dimana terdapat perbedaan pada masing-masing merk alat. Sebagai contoh, merk Tubex TF mendeteksi IgM anti-Salmonella terhadap antigen O9 S. typhi, sedangkan merk Typhidot mendeteksi IgM anti-Salmonella terhadap antigen 50kDa S. typhi.

IgM disebut sebagai antibodi fase akut karena muncul pada saat infeksi baru terjadi atau sedang terjadi. IgM anti-Salmonella bisa dideteksi pada hari ke-5 untuk infeksi primer dan hari ke-2 untuk infeksi sekunder. Untuk daerah endemis seperti di negara kita ini, kecepatan deteksi ini sangat penting mengingat kebanyakan kasus adalah infeksi sekunder, dimana tes Widal kurang dapat membedakan mana kasus yang benar-benar tifoid atau bukan. Tes Widal membutuhkan dua kali pemeriksaan dalam rentang waktu satu minggu yang dapat memperlambat penanganan, sedangkan hasil IgM anti-Salmonella sudah bisa positif dalam waktu 2 hari infeksi saja.

 

Grafik kenaikan antibodi pada demam tifoid

Di antara keuntungan dari pemeriksaan IgM anti-Salmonella ini adalah:

  • memiliki sensitivitas dan spesifitas yang relatif tinggi
  • Prosedurpemeriksaan yang sangat mudah sehingga dapat dilakukan oleh teknisi tanpa pelatihan khusus
  • dapat dilakukan dimana saja, tidak harus didalam laboratorium
  • dapat menguji banyak tes sekaligus sehingga dapat digunakan pada skrining orang banyak
  • hasil dapat diperoleh secara cepat kurang lebih 10 menit
  • sampel darah yang dibutuhkan hanya sedikit, non invasif

Salah satu merk IgM anti-Salmonella, yaitu Tubex TF, tidak hanya mengeluarkan hasil positif dan negatif saja tetapi berupa skor (semikuantitatif) sesuai dengan warna reaksi yang dihasilkan. Skornya sebagai berikut:

  • ≤ 2 : negatif (tidak ada infeksi S.typhi yang sedang terjadi)
  • 3 : borderline (perlu pengulangan pemeriksaan, pada hari selanjutnya)
  • 4 : positif lemah (menunjukkan infeksi awal atau sedang terjadi)
  • 6-10 : positif (indikasi kuat adanya infeksi S.typhi)
Skala warna IgM anti-Salmonella Tubex TF

Perlu diingat bahwa diagnosis demam tifoid tidak hanya berdasarkan hasil pemeriksaan IgM anti-Salmonella semata. Kita harus tetap memperhatikan klinis pasien, dan melihat apakah ada kemungkinan terjadinya reaksi silang, terutama dengan infeksi Dengue seperti yang dilaporkan pada beberapa kasus.

Semoga bermanfaat.

Referensi:

Ilham, Nugraha J, dan Purwanta M.Deteksi IgM Anti-Salmonella enterica serovar Typhi dengan Pemeriksaan Tubex Tf dan Typhidot-M. Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 19 (2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *