Mulai Usia Berapa Kita Harus Rutin Periksa Gula Darah?

Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit kronis yang kompleks dengan komplikasi multi-organ yang membutuhkan tatalaksana yang berkelanjutan. Penanganan penyakit ini dimulai dari pencegahan sampai edukasi pasien terkait penyakitnya sangat penting dalam mencegah komplikasi akut dan mengurangi resiko komplikasi jangka panjang.

Komplikasi DM

Deteksi dini atau skrining merupakan salah satu strategi penting dalam tatalaksana DM. Sekitar 25% kasus DM di AS tidak terdiagnosis. Prosentase ini di Indonesia kemungkinan besar jauh lebih tinggi. Untuk itu kita perlu mengetahui kriteria untuk melakukan pemeriksaan gula darah, jangan-jangan tanpa kita sadari kita sudah masuk kriteria prediabetes, atau bahkan sudah DM.

Jadi mulai usia berapa kita perlu rutin periksa gula darah?

Menurut rekomendasi American Diabetes Association (ADA) tahun 2018, usia termasuk salah satu faktor resiko utama untuk DM. Pemeriksaan sebaiknya dimulai pada usia 45 tahun untuk semua orang. Jika kita termasuk orang yang overweight dan obese dengan riwayat keluarga DM, pemeriksaan dimulai pada usia berapapun sesegera mungkin. Berikut kriteria pemeriksaan DM dan prediabetes pada orang dewasa rekomendasi ADA 2018:

  1. Orang dewasa overweight atau obese dengan satu atau lebih faktor resiko berikut:
  • Riwayat keluarga inti dengan DM
  • Etnis beresiko tinggi DM (Afrika-Amerika, Latino, Asia-Amerika, Suku Amerika asli, penduduk kepulauan Pasifik)
  • Riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah
  • Hipertensi
  • Kadar HDL <35 mg/dl, atau TG > 250 mg/dl
  • Wanita dengan PCOS
  • Kurang gerak
  1. Pasien prediabetes sebaiknya diperiksa minimal setahun sekali
  2. Wanita dengan diabetes gestasional sebaiknya diperiksa minimal tiga tahun sekali
  3. Pada semua pasien yang lain, pemeriksaan dimulai pada usia 45 tahun
  4. Jika hasil normal, pemeriksaan sebaiknya diulang dengan jarak minimal 3 tahun. Pemeriksaan yang lebih sering bisa dipertimbangkan tergantung klinis pasien.
Faktor Resiko DM – CDC

Pemeriksaan DM yang bisa dipilih adalah pemeriksaan gula darah puasa, TTGO (tes toleransi glukosa oral), dan HbA1C. Perlu diingat bahwa pemeriksaan ini sebaiknya dikerjakan di pusat pelayanan kesehatan, sehingga jika hasil pemeriksaannya abnormal, kita bisa langsung mendapatkan pemeriksaan lanjutan dan pengobatan.

Semoga bermanfaat.

Sumber:

American Diabetes Association. Standars of Medical Care in Diabetes – 2018.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply:

Your email address will not be published. Required fields are marked *