Memahami Westgard Rules dalam Kontrol Kualitas Laboratorium

Westgard Rules adalah aturan dasar yang diterbitkan pada tahun 1981 oleh Dr. James Westgard untuk mengevaluasi kontrol kualitas laboratorium kesehatan. Terdapat 6 aturan dasar yang bisa digunakan secara terpisah atau kombinasi untuk mengevaluasi kualitas analitik suatu pemeriksaan. Diperlukan pemahaman masing-masing aturan dan kemungkinan penyebabnya, apakah random error atau systematic error, sehingga kita bisa mendeteksi dan mengatasi terjadinya pelanggaran dari Westgard Rules. Berikut beberapa aturan dari Westgard Rules 

1-2s Rule. (Gambar diambil dari Cooper G, 2008)

1-2s Rule

  • Nilai kontrol berada di luar batas ±2s
  • Normalnya sekitar 4,5% nilai kontrol bisa berada di antara batas 2s dan 3s, walaupun tidak ada kesalahan analitik
  • Sebab: random error atau systematic error
  • Cek nilai kontrol tes yang lain dan identifikasi sumber errornya. Jika tidak ada masalah, penyebabnya bisa karena random error, hasil pemeriksaan masih bisa dikeluarkan.
1-3s Rule. (Gambar diambil dari Cooper G, 2008)

1-3s Rule

  • Nilai kontrol di luar batas ±3s
  • Bisa karena random error atau awal dari systematic error yang memerlukan perbaikan besar.
  • Hasil pasien tidak bisa dikeluarkan.
2-2s Rule. (Gambar diambil dari Cooper G, 2008)

2-2s Rule

  • Sebab: systematic error
  • Terjadi pada dua nilai kontrol
  • Melebihi batas ±2s
  • Terjadi pada sisi mean yang sama
  • Aplikasi pada kontrol within run: nilai QC normal (level 1) dan abnormal (level 2) melebihi batas ±2s pada sisi mean yang sama. Menunjukkan systematic error dan berpengaruh pada keseluruhan kurva QC.
  • Aplikasi pada kontrol across run: nilai QC pada satu level berturut-turut berada di luar batas ±2s di sisi mean yang sama. Systematic error hanya mempengaruhi satu bagian kurva QC.
R4s Rule. (Gambar diambil dari Cooper G, 2008)

R4s Rule

  • Sebab: random error
  • Terjadi jika selisih antar nilai QC dalam single run. Contoh QC level 1 +2,2s dan level 2 -2,1s. Maka selisihnya +2,2s – (-2,1s)= 4,3s (lebih dari 4s)

 

Pelanggaran pada rule berikut di bawah dapat digunakan untuk mengidentifikasi adanya systematic error yang kecil atau bias analitik yang mungkin kurang signifikan secara klinis. Bias analitik dapat dihilangkan dengan cara kalibrasi alat atau pemeliharaan alat.

4-1s Rule. (Gambar diambil dari Cooper G, 2008)

3-1s dan 4-1s Rule

  • 31s : 3 nilai QC berada di luar batas ±1s di sisi yang sama
  • 41s : 4 nilai QC berada di luar batas ±1s di sisi yang sama
  • Sebab: systematic error
  • Bisa pada within run dan across run (4 nilai QC pada level 1 dan 2)
10x Rule. (Gambar diambil dari Cooper G, 2008)

7x, 8x, 9x, 10x, dan 12x rule

  • Ada 7,8,9,10, atau 12 nilai QC pada sisi mean yang sama.
  • Sebab: systematic error
  • Aplikasi bisa pada within run (co: semua nilai QC level 1)  atau across run (co: kombinasi level 1 dan 2)

3-1 s Rule dianggap lebih sensitif dibandingkan 4-1s dan 7x rule lebih sensitif dibandingkan 12x rule.

Semoga bermanfaat.

Sumber:

Cooper G. 2008. Basic Lessons in Laboratory Quality Control; QC Workbook. Bio-Rad Laboratories, Inc. Quality Systems Division.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply:

Your email address will not be published. Required fields are marked *