Platelet Rich Plasma (PRP) dan Prosedur Pembuatannya di Laboratorium

Laboratorium seringkali mendapat permintaan dari teman sejawat (TS) bedah atau kulit untuk membuat preparat PRP, dan seringkali petugas laboratorium ragu untuk menerimanya, dikarenakan tidak pernah membuat atau beralasan fasilitasnya tidak ada. Tidak dapat dipungkiri bahwa di sebagian besar rumah sakit di Indonesia, fasilitas sentrifus, sebagai salah satu sarana untuk membuat PRP hanya dimiliki oleh instalasi laboratorium, sehingga sebenarnya tidak salah jika TS bedah atau kulit meminta laboratorium untuk membuatkan preparat PRP. Tinggal petugas laboratorium yang perlu memiliki pengetahuan apakah sebenarnya PRP itu, apa manfaatnya, dan bagaimana cara membuatnya.

Platelet rich plasma (PRP) merupakan suatu bagian plasma dari darah yang diambil dari pasien itu sendiri (autologous), setelah melalui beberapa pemrosesan, memiliki konsentrasi platelet atau trombosit yang cukup tinggi. Istilah PRP dimunculkan pertama kali tahun 70an oleh ahli hematologi sebagai salah satu produk darah untuk mengatasi trombositopenia. Sekitar satu dekade kemudian, PRP mulai digunakan di berbagai tindakan operasi jantung, ortopedi, ginekologi, urologi, bedah plastik, mata, dan akhir-akhir ini penggunaannya di bidang kulit dan kecantikan semakin meningkat.

PRP diketahui memiliki kandungan Growth Factor (GF) yang melimpah, di antaranya PDGFaa, PDGFbb, PDGFab, TGF-β1, TGF-β2, VEGF, EGF, dan IGF, dimana pemberian PRP lebih efektif dibandingkan pemberian preparat GF tunggal. Selain itu PRP juga mengandung sejumlah kecil leukosit yang mensintesis interleukin sebagai bagian dari respon imun non – spesifik, sehingga PRP berguna PRP mempercepat regenerasi endothelial, epitel, dan epidermal, merangsang angiogenesis, meningkatkan sintesis kolagen, penyembuhan jaringan, mengurangi jaringan parut pada kulit, dan meningkatkan respon hemostatik terhadap cedera.

 

Platelet growth factor dan mekanisme kerja biologisnya (Dhurat and Sukesh, 2014)

 

Manfaat klinis dari PRP di antaranya:

  • Terapi osteoarthritis, cedera otot dan tendon.
  • mengatasi gangguan mata: gejala mata kering atau perforasi kornea.
  • Mempercepat penyembuhan soket gigi setelah pencabutan gigi guna perawatan selanjutnya baik implan gigi ataupun pembuatan prostesa.
  • Sebagai terapi untuk luka kronis, sepertin ulkus diabetik, juga dapat dikombinasikan untuk pengobatan pada luka yang memerlukan prosedur skin graft.
  • Memperbaiki turgor kulit, sekaligus mengurangi kerutan dan pigmentasi kulit.
  • Pengobatan pada alopesia areata

 

Platelet memiliki densitas paling rendah di antara sel yang lain, sehingga setelah disentrifus berada di posisi paling atas (Alves and Grimalt, 2018)

 

Terdapat berbagai macam prosedur pembuatan PRP, dengan berbagai perbedaan kecepatan sentrifus, suhu, dan penambahan platelet-agonist, dan masih belum ada konsensus mengenai hal ini. Walau terdapat banyak variasi prosedur, semuanya mengikuti tahapan yang sama, yaitu pengambilan darah, sentrifus pertama untuk memisahkan eritrosit, sentrifugasi kedua untuk mengkonsentrasikan platelet, dan/atau penambahan komponen lain. Di bawah ini merupakan salah satu dari sekian banyak prosedur pembuatan PRP.

 

Alur pembuatan PRP (Dhurat and Sukesh, 2014)

 

  • Ambil darah dari pasien dan dimasukkan ke tabung dengan antikoagulan acid citrate dextrose (ACD)
  • Dibiarkan di suhu ruang baik sebelum dan selama separasi
  • Sentrifus pertama dengan kecepatan 400g selama 10 menit
  • Plasma dan buffy coat dipindahkan ke tabung lain yang steril, kemudian disentrifus
  • Sentrifus kedua dengan kecepatan 800g selama 10 menit
  • Didapatkan endapan platelet dan sedikit eritrosit di dasar tabung

 

Endapan platelet sekitar 1/3 volume  Inilah yang disebut PRP, diambil dan dipisahkan dari 2/3 volume di bagian atas yang disebut platelet poor plasma (PPP)

Pada tulisan selanjutnya akan dibahas mengenai tahap persiapan atau pra analitik dari pembuatan PRP dan tips membuatnya.

Semoga bermanfaat.

 

Bahan bacaan:

Alves R and Grimalt R. A Review of Platelet-Rich Plasma: History, Biology, Mechanism of Action, and Classification. Skin Appendage Disord 2018;4:18-24

Dhurat R and Sukesh MS. Principles and Methods of Preparation of Platelet-Rich Plasma: A Review and Author’s Perspective. J Cutan Aesthet Surg. 2014 Oct-Dec; 7(4): 189–197.

Franco D, Franco T, Schettino AM, Filho JMT, Vendramin FS. Protocol for Obtaining Platelet-Rich Plasma (PRP), Platelet-PoorPlasma (PPP), and Thrombin for Autologous Use. Aesth Plast Surg 2012;36(1254-1259).

Materi Workshop Pembuatan PRP The 4th MaCPLAM 2018.

 

 

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply:

Your email address will not be published. Required fields are marked *