Kontrol Kualitas pada Flebotomi

September 24, 2018 Dian Sukma Hanggara 0 Comments

Venapungsi (gambar diambil dari adepttraining.com.au)

Kontrol kualitas pada flebotomi merupakan proses penting yang tidak boleh dilupakan. Dengan kontrol kualitas yang bagus, diharapkan dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan atau kejadian yang tidak diharapkan. Kontrol kualitas juga merupakan bagian penting dari pencegahan dan pengendalian infeksi. Berikut komponen utama kontrol kualitas pada flebotomi:

  1. Diklat atau workshopMateri termasuk anatomi, risiko terpapar darah, dan konsekuensi rendahnya pencegahan dan pengendalian infeksi
  2. Standar Prosedur Operasional (SPO)SPO harus tertulis dan bisa diakses oleh semua tenaga kesehatan
  3. Ketepatan identifikasi pasienIdentitas pasien harus sesuai dengan lembar permintaan dan hasil pemeriksaan. Pada donor darah, identitas harus sesuai sampai pada uji skrining.
  4. Kondisi spesimenKondisi spesimen harus dijaga, terutama hemolisis, sehingga hasil pemeriksaan valid
  5. Pengiriman spesimenPengiriman spesimen harus sesuai standar sehingga hasil pemeriksaan dapat dipercaya, contohnya spesimen darah arteri sebaiknya dikirim menggunakan cooler box
  6. Sistem pelaporan insidenAdanya sistem pelaporan semua insiden yang tidak diharapkan. Perlu adanya log book untuk mencatat detail kejadian secara akurat, kemungkinan penyebab, dan tata laksananya.

Semoga bermanfaat.

Referensi:

WHO guidelines on drawing blood: best practices in phlebotomy.

 

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply:

Your email address will not be published. Required fields are marked *