Smudge Cells, Bukan Sekedar Artefak Hapusan Darah

September 29, 2018 Dian Sukma Hanggara 0 Comments

Smudge cells atau kadang disebut basket cells merupakan salah satu artefak hapusan darah tepi yang sudah dikenal sejak tahun 1896. Gambarannya berupa sisa-sisa leukosit, terutama inti, tanpa struktur sitoplasma berbentuk seperti noda berlepotan akibat gesekan ujung kaca preparat saat pembuatan hapusan.
Smudge cells
Gambaran smudge cells dapat ditemukan pada beberapa keadaan, diantaranya:
  • spesimen lama
  • penanganan spesimen yang kurang tepat
  • leukemia limfositik kronis (chronic lymphocytic leukemia/CLL)
  • mononukleosis infeksiosa
  • leukemia sel T
  • kelainan limfoproliferatif lain

 

Smudge cells pada spesimen lama

Pada suhu kamar, leukosit mulai rusak setelah 4 jam, dan 24 jam pada suhu 4-8oC. Stabilitas sel dipengaruhi oleh penyimpanan spesimen pada suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin. Homogenisasi yang terlalu kuat juga dapat merusak struktur leukosit. Pada spesimen lama atau penanganan yang kurang tepat seperti ini, selain limfosit rusak, biasanya juga ditemukan adanya netrofil rusak. Adanya smudge cells pada kasus ini tidak perlu dilaporkan karena tidak bermakna secara klinis untuk dokter yang merawat.

Smudge cells eosinofil (gambar diambil dari api-pt.com)

Smudge cells pada CLL

CLL merupakan salah satu leukemia kronis yang cukup sering ditemukan pada usia dewasa. Diagnosis CLL ditegakkan dengan ditemukannya peningkatan jumlah limfosit lebih dari 5000/uL dan dikonfirmasi dengan immunophenotyping. Sebagian besar pasien terdiagnosis saat pemeriksaan kesehatan rutin, karena pada stadium awal masih belum muncul gejala.
Peningkatan jumlah smudge cells seringkali dikaitkan dengan CLL, karena limfosit pada CLL lebih rapuh. Vimentin adalah salah satu protein pembentuk struktur sel yang mempertahankan bentuk limfosit. Makin rendah jumlah vimentin, limfosit makin rapuh, sehingga smudge cells makin banyak ditemukan di hapusan darah. Pada beberapa penelitian ditemukan jika smudge cells lebih banyak, dengan prosentase >30%, maka prognosis CLL lebih baik, kemungkinan karena banyaknya limfosit rapuh yang lebih sensitif terhadap terapi yang diberikan.
Smudge cells pada CLL
Pelaporan smudge cells

Pada sebagian besar kasus, smudge cells tidak perlu dilaporkan, kecuali pada kasus CLL yang mempunyai makna indikator prognosis. Smudge cells pada CLL dilaporkan dalam bentuk persen, dengan cara menghitung jumlah smudge cells pada 200 sel limfosit total. Jadi perhitungannya dipisahkan dari hitung jenis leukosit yang rutin dikerjakan.

Semoga bermanfaat

Sumber:

Smudge Cells – American Proficiency Institute

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply:

Your email address will not be published. Required fields are marked *