Berbagai Macam JANGAN pada Pelaksanaan Transfusi Darah

December 2, 2018 Dian Sukma Hanggara 0 Comments

Transfusi darah adalah salah satu bentuk terapi medik yang memiliki risiko penyulit terbesar baik dalam waktu pendek (reaksi transfusi), dalam waktu menengah (risiko penyakit ) dan waktu panjang (reaksi imunologis). Berikut berbagai macam JANGAN (larangan) yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan transfusi darah:

  • Jangan merencanakan transfusi kecuali benar-benar yakin manfaatnya lebih besar dibandingkan risikonya
  • Jangan melakukan transfusi pada setiap anemia, jika ada cara lain untuk menaikkan kekurangan komponen darahnya (suplementasi besi, asam folat, dan/atau vitamin B12)
  • Jangan berpatokan pada kadar Hb pasien semata
Pertimbangkan manfaat dan risiko dilakukannya transfusi darah
  • Jangan melakukan transfusi jika tidak ada tanda-tanda peningkatan kebutuhan oksigen (laju napas meningkat, denyut nadi meningkat) dan sistem jantung vaskuler dapat mengkompensasi
  • Jangan lupakan persetujuan tindakan medis atau informed consent. Ada agama atau kepercayaan yang menolak transfusi darah, seperti saksi Yehova.
  • Jangan sampai salah pasien. Kesalahan bisa terjadi baik pada identifikasi resipien (pasien) maupun identifikasi kantong darah
  • Jangan melakukan transfusi pada malam hari, kecuali darurat
  • Jangan menambahkan obat-obatan ke dalam kantong darah
  • Jangan memberikan obat-obatan pada selang atau aliran yang sama dengan komponen darah
  • Jangan melabel tabung vakutainer sebelum flebotomi
  • Jangan ambil kantong darah sekaligus banyak jika tidak segera semua ditransfusikan. Ambil satu unit  ditransfusikan, bila darah hampir habis, ambil unit yang lain di UTD atau BDRS
  • Jangan meletakkan PRC di meja jika belum ada rencana digunakan. Letakkan di lemari es pada suhu 2-4oC
Kantong darah dibiarkan di atas meja
  • Jangan meletakkan TC di lemari es, karena dapat menurunkan fungsi trombosit
  • Jangan mencampur darah dengan barang lain dalam penyimpanan
  • Jangan menghangatkan kantong darah, kecuali pada transfusi masif.
  • Jangan menghangatkan kantong darah dengan air panas. Hangatkan menggunakan blood warmer
Cara menghangatkan kantong darah yang salah
  • Jangan menggunakan infus set, gunakan blood set atau transfusion set.
  • Jangan tinggalkan pasien pada 15 menit pertama dan evaluasi tanda-tanda vital untuk melihat gejala dan tanda reaksi transfusi
  • Jangan lanjutkan transfusi jika terjadi reaksi transfusi
Penggunaan set transfusi lebih dari 12 jam
  • Jangan biarkan satu transfusi set digunakan lebih dari 12 jam. Satu transfusi set maksimal untuk 4 unit darah dan harus diganti setiap 12 jam

Semoga bermanfaat

Sumber:

  • Clinical Use of Blood
  • Clinical Transfusion Practice
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply:

Your email address will not be published. Required fields are marked *