Indikasi Laboratorium Pemeriksaan Apusan Darah Tepi

December 30, 2018 Dian Sukma Hanggara 0 Comments

Sediaan apusan darah tepi (SADT) merupakan suatu pemeriksaan hematologi yang dapat memberikan banyak informasi bagi seorang klinisi untuk penapisan, diagnosis, dan monitoring suatu penyakit. Kepentingan diagnostik SADT masih tidak bisa digantikan oleh alat hematologi otomatis maupun teknik molekuler, terutama di negara berkembang seperti Indonesia, dimana masih terbatasnya alat di sebagian besar daerah. Pemeriksaan SADT dapat melihat morfologi sel darah tepi yang dapat membantu diagnosis morfologi berbagai penyakit hematologi primer maupun sekunder.

sediaan apusan darah tepi

Pemeriksaan SADT terutama diminta oleh dokter yang menangani pasien, dengan indikasi di antaranya adanya sitopenia tanpa diketahui penyebabnya (anemia, leukopenia, atau trombositopenia); leukositosis, limfositosis, atau monositosis tanpa diketahui penyebabnya; hemolisis dengan jaundice; kecurigaan keganasan mieloproliferatif; keganasan yang metastasis ke sumsum tulang; anemia karena defisiensi nutrisi; keganasan hematologi; kecurigaan hemoglobinopati, dan lainnya.

Pemeriksaan SADT yang diminta sendiri oleh laboratorium lebih jarang dikerjakan. Pemeriksaan oleh laboratorium ini biasanya dikerjakan jika ditemukan”flagging” atau tanda abnormal pada alat hematologi otomatis, yang diatur sesuai dengan kebijakan masing-masing laboratorium. Di bawah ini merupakan beberapa indikasi dimana SADT sebaiknya dikerjakan langsung oleh laboratorium walaupun tidak atau belum diminta oleh dokter yang menangani pasien.

  • Jumlah leukosit: < 1.500 /mm3 atau >25.000 /mm3
  • Jumlah netrofil absolut: <1.500 /mm3
  • Jumlah eosinofil absolut: >1.000 /mm3

    eosinofilia pada pasien dengan reaksi alergi
  • Jumlah basofil absolut: >300 /mm3
  • Jumlah limfosit absolut: >5.000 /mm3

    limfositosis pada CLL
  • Jumlah monosit absolut: >1.000 /mm3
  • Jika hasil hitung jenis pada alat hematologi tidak keluar atau terbaca (ada flagging sel blast atau sel imatur, limfosit atipik, grafik hitung jenis leukosit tidak terbaca)

    leukositosis dan sel imatur pada CML
  • Hemoglobin: <10 g/dL (dengan MCV <70 fL) atau Hb >18,5 g/dL (laki-laki) >16,5 g/dL (perempuan)
  • MCV: <70 fL atau >100 fL (dengan Hb <10 g/dL)
  • MCH: <27 g/dL atau >36 g/dL

    anemia dengan MCV, MCH, dan MCHC rendah pada thalassemia
  • Jumlah eritrosit: >6,5 juta/mm3
  • Jumlah trombosit: <100.000 /mm3 atau >600.000 /mm3

    trombositosis pada ET
  • Terdapat flagging eritrosit: HGB interferences, mikrositik, dimorphic population, fragments?

 

Hasil SADT harus dilaporkan dan ditandatangani oleh dokter SpPK, terutama jika ditemukan kelainan. Simpulan hasil SADT harus dikonfirmasi dengan gambaran klinis pasien dan hasil laboratorium yang lain.Dokter SpPK juga bisa memberikan saran pemeriksaan lanjutan untuk membantu menunjang diagnosis atau menyingkirkan diagnosis banding terutama pada penyakit hematologi atau penyakit sistemik dengan gambaran kelainan hematologi. Salinan laporan hasil SADT disimpan berupa softcopy atau hardcopy. Preparat juga sebaiknya disimpan terutama pada kasus dengan kelainan hematologi yang bermakna.

Semoga bermanfaat

Referensi:

Laboratory Guidelines 2014

 

 

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply:

Your email address will not be published. Required fields are marked *