Systematic Error dan Random Error pada Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan laboratorium rentan terjadi kesalahan jika tidak dikontrol secara rutin. Kesalahan bisa terjadi pada fase pre-analitik, analitik, dan post-analitik, dimana istilah “errors” digunakan pada kesalahan yang terjadi di fase analitik, sedangkan istilah “mistakes” digunakan pada fase pre-analitik dan post-analitik. Errors sendiri dibagi menjadi dua, yaitu random error dan systematic error yang perlu dideteksi untuk mencari kemungkinan penyebabnya.

Systematic error adalah kesalahan yang terjadi secara konstan dengan tanda-tanda yang konsisten dan dapat diprediksi. Contoh sederhana adalah pengukuran waktu pada jam dinding yang berjalan terlalu cepat atau terlalu lambat. Systematic error pada laboratorium menyebabkan hasil yang tidak akurat dengan kadar yang konsisten tinggi atau rendah. Makin kecil tingkat systematic error, maka hasil pemeriksaan tersebut makin akurat. Systematic error ditunjukkan oleh adanya perubahan rerata (mean) nilai kontrol. Beberapa kemungkinan penyebabnya adalah:

  • Menurunnya fungsi sumber sinar/lampu alat dan filternya
  • Akumulasi kotoran secara bertahap pada sistem tubing sampel/reagen
  • Akumulasi kotoran secara bertahap pada permukaan elektroda
  • Reagen yang akan expired
  • Turunnya kualitas bahan kontrol
  • Menurunnya fungsi suhu ruang inkubasi (incubation chamber)
  • Turunnya kualitas kalibrator
  • Perubahan lot reagen
  • Kalibrasi yang tidak akurat
Contoh terjadinya systematic error pada grafik QC harian (gambar diambil dari Karkalousos P and Evangelopoulos A, 2011)

 

Random error adalah kesalahan yang terjadi akibat berbagai variasi yang tidak diketahui dan tidak dapat diprediksi dari suatu pemeriksaan. Random error berpengaruh terhadap presisi suatu pemeriksaan, dimana makin kecil random error, pemeriksaan tersebut makin presisi. Beberapa contoh penyebab dari random error adalah:

  • Munculnya gelembung pada reagen
  • Ketidakstabilan alat
  • Perubahan suhu atau kelembaban ruang
  • Variasi dari tiap operator, contohnya variasi volume saat mempipet sampel atau reagen.
  • Fluktuasi atau ketidakstabilan voltase listrik
Contoh terjadinya random error pada grafik QC harian (gambar diambil dari Karkalousos P and Evangelopoulos A, 2011)

 

RE=random error; SE=systematic error. RE menyebabkan hasil tidak presisi, sedangkan SE menyebabkan hasil tidak akurat (gambar diambil dari Karkalousos P and Evangelopoulos A, 2011)

 

Semoga bermanfaat

Bahan bacaan:

Cooper G. 2008. Basic Lessons in Laboratory Quality Control; QC Workbook. Bio-Rad Laboratories, Inc. Quality Systems Division.

Karkalousos P and Evangelopoulos A. 2011. Quality Control in Clinical Laboratories in Applications and Experiences of Quality Control. InTech; 331-360.

 

 

 

 

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply:

Your email address will not be published. Required fields are marked *