Kelebihan dan Kekurangan Rapid Test Antigen SARS-CoV-2

Salah satu rapid test yang digunakan dalam tata laksana kasus Covid-19 adalah rapid test antigen SARS-CoV-2 yang mendeteksi protein virus (antigen) SARS-CoV-2 dari spesimen saluran napas pasien. Jika konsentrasi pada spesimen mencukupi, antigen target akan terikat pada antibodi spesifik pada kit atau alat rapid test dan dapat dilihat hasilnya dalam waktu 30 menit. Antigen yang dideteksi tersebut hanya diekspresikan ketika virus sedang aktif bereplikasi, sehingga rapid test antigen paling baik digunakan pada kasus infeksi akut. Berikut kelebihan dan kekurangan rapid test antigen SARS-CoV-2.

Waktu deteksi rapid test antigen SARS-CoV-2 pada fase akut (gambar yang diarsir biru). Gambar diambil dari Sethuraman et al, 2020.

 

Kelebihan

  1. Mendeteksi komponen virus langsung
  2. Baik untuk deteksi fase akut, berbeda dengan rapid test antibodi yang kebanyakan hasilnya masih non reaktif pada fase ini.
  3. Tidak memerlukan spesifikasi laboratorium khusus (Biosafety laboratorium/BSL level II) seperti yang dipersyaratkan pada pengerjaan PCR
  4. Tidak memerlukan ketrampilan petugas secara khusus dalam pengerjaan rapid test
  5. Hasil bisa dibaca dalam waktu 30 menit, jauh lebih cepat dibanding RT-PCR
Contoh salah satu merk rapid test antigen SARS-CoV-2 (Abbott’s BinaxNOW™ COVID-19 Ag Card)

 

Kekurangan

  1. Menggunakan sampel saluran napas atas (swab naso/orofaring) yang kurang nyaman bagi pasien dan termasuk prosedur aerosol yang membutuhkan pemakaian APD level 3
  2. Ketidakterampilan petugas dalam pengambilan spesimen swab dapat mempengaruhi hasil
  3. Membutuhkan APD level 3 untuk pengambilan spesimen dan ruangan khusus (minimal memiliki BSC kelas 2) untuk pengerjaan rapid test, karena tidak semua rumah sakit dan laboratorium memiliki BSC kelas 2.
  4. Sensitivitas tiap merk kit sangat bervariasi
  5. Uji validasi masih terbatas sehingga belum dapat menggantikan posisi RT-PCR
  6. Jika hasil rapid test positif, harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan RT-PCR.
  7. Jika hasil rapid test negatif, tetap tidak menyingkirkan kemungkinan infeksi SARS-CoV-2

 

Contoh BSC kelas 2

 

Dengan segala  kekurangannya, WHO masih memberi tempat bagi penggunaan rapid test antigen dalam diagnosis Covid-19 hanya jika di daerah tersebut tidak tersedia fasilitas RT-PCR atau waktu tunggu hasil RT-PCRnya terlalu lama (contohnya karena harus dirujuk ke luar kota), dengan syarat rapid test tersebut memiliki sensitivitas ≥80% dan spesifisitas ≥97%.

Semoga bermanfaat.

 

Sumber:

PDS Patklin. 2020. Panduan Tatalaksana Pemeriksaan Antigen Rapid Test SARS-CoV-2.

Sethuraman et al. 2020. Interpreting Diagnostic Tests for SARS-CoV-2. JAMA. 2020;323(22):2249-2251

World Health Organization2020‎. Advice on the use of point-of-care immunodiagnostic tests for COVID-19: scientific brief, 8 April 2020.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply:

Your email address will not be published. Required fields are marked *