Pentingnya Sistem Informasi Laboratorium
- Perangkat keras (CPU, monitor, keyboard, printer, barcode reader, dll)
- Perangkat lunak (aplikasi yang membantu pengolahan data, contoh: aplikasi LIS)
- Database (kumpulan data yang disimpan dalam server)
- Jaringan
- Prosedur
- Pengguna (dokter, ATLM, admin laboratorium)

- Pada pemeriksaan dalam jumlah besar maka bila tidak dibantu sistem informasi maka akan
terjadi keterlambatan penyerahan hasil, sehingga berpotensi mengurangi angka kepuasan pelanggan - Dapat mengurangi angka terjadinya kesalahan akibat human error, terutama pada pemeriksaan jumlah besar
- Pada pemeriksaan yang sedikit akan dapat diatur agar terjadi efisiensi
- Sistem informasi dapat mempermudah arus informasi yang diperlukan
- Input
- Form pendaftaran pasien dan sampel dan permohonan pemeriksaan
- Register pemeriksaan pasien klinis dan non klinis
- Daftar jenis dan tarif pemeriksaan sesuai daftar retribusi pelayanan laboratorium
- Register hasil pemeriksaan klinis dan non klinis
- Buku pencatatan pemakaian reagen
- Form laporan hasil pemeriksaan klinis dan non klinis.
- Proses
- Pencatatan data pasien, data sampel, data instansi, data jenis dan tarif pemeriksaan, hasil pemeriksaan, data reagen dan pemakaian reagen, data pemeriksaan
- Perhitungan biaya pemeriksaan
- Perhitungan statistik laboratorium meliputi cakupan pemeriksaan laboratorium, rerata jumlah pemeriksaan per hari
- Perhitungan jumlah pemakaian reagen pemeriksaan
- Perhitungan jumlah pendapatan laboratorium per periode waktu serta perhitungan angka pencapaian target pendapatan.
- Output
- Informasi mengenai biaya pemeriksaan
- Laporan hasil pemeriksaan laboratorium klinis dan non klinis
- Rekapitulasi hasil dan riwayat pemeriksaan laboratorium
- Laporan statistik hasil pemeriksaan
- Laporan keuangan
- Laporan pemakaian reagen
- Laporan pengguna layanan (pelanggan)

- Proses Perencanaan: data dari sistem informasi laboratorium dapat digunakan sebagai dasar dalam merencanakan operasional laboratorium dalam jangka pendek dan jangka panjang, contohnya jumlah pemesanan reagen untuk selanjutnya, rencana penambaham item pemeriksaan, dan rencana pelatihan SDM laboratorium.
- Proses pengendalian: laporan output pada sistem informasi laboratorium dapat digunakan sebagai dasar tindakan pengendalian untuk kegiatan mendatang, contohnya laporan angka kepuasan pelanggan pada waktu tunggu hasil pemeriksaan.
- Proses pengambilan keputusan: sistem informasi laboratorium berperan dalam penelusuran masalah, desain pemeecahan masalah, dan pemilihan tindakan pemecahan masalah.
Semoga bermanfaat.
Sumber:
Aplikasi Sistem Informasi Dan Manajemen Laboratorium. Kemenkes 2017

