Dian Sukma Hanggara
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya – Laboratorium Sentral RSUD dr. Saiful Anwar Malang
Perubahan Klasifikasi CML Menurut WHO 2022
Klasifikasi penyakit hematologi oleh World Health Organization (WHO) terus mengalami pembaruan seiring dengan berkembangnya pemahaman molekuler dan kemajuan terapi molekuler terarah (targeted therapy). Pada penerbitan edisi ke-5 (WHO Classification of Haematolymphoid Tumours, WHO 2022 / WHO-HEM5), terdapat perubahan yang cukup signifikan, pada perubahan kriteria, klasifikasi, atau istilah beberapa kelainan hematologi, yang
Pengecatan Diff Quik, alternatif cepat dan mudah dari Wright
Sebagai tenaga kesehatan yang bekerja di laboratorium klinik, tentunya kita sudah terbiasa menggunakan cat Wright atau Giemsa sebagai cat utama dalam pengecatan apusan darah tepi. Lamanya proses mengecat atau hasil cat kotor sudah menjadi keluhan yang rutin kita keluhkan atau kita dengar dari teman-teman yang harus membaca apusan darah tepi.
[Download] Pemeriksaan Laboratorium pada Thalassemia
Powerpoint Pemeriksaan Laboratorium pada Thalassemia, disampaikan pada webinar Peningkatan Pengetahuan Thalassemia bagi Dokter dan Tenaga Kesehatan pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Primer dan Masyarakat awam di Malang Raya oleh Departemen Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya tanggal 01 Oktober 2022. File bisa diunduh pada link berikut: Unduh Semoga bermanfaat
Kriteria Diagnosis Leukemia Sel Plasma Terbaru (IMWG 2021)
Kriteria diagnosis leukemia sel plasma (PCL) membutuhkan dua syarat, yaitu ditemukannya sel plasma >20% dan jumlah absolut >2.000/uL pada darah tepi. Kriteria ini sudah berlaku mulai tahun 1974, dan pada tahun 2013 oleh IMWG dianggap terlalu ketat sehingga menyingkirkan diagnosis PCL pada kasus yang tidak memenuhi
Menghitung Smudge Cells pada Pasien CLL
Leukemia limfositik kronis atau CLL merupakan kasus leukemia paling sering ditemukan, terutama pada ras Kaukasia dengan gambaran klinis yang heterogen, dari tanpa gejala sampai agresif dan mengancam jiwa. Kasus CLL ini di Indonesia sering ditemukan mulai dari tanpa gejala saat dilakukanmedical check upsampai dengan gejala berat yang membutuhkan perawatan intensif.
Saline Dilution Test untuk Membedakan Formasi Rouleaux dengan Autoaglutinasi
Melanjutkan tulisan sebelumnya tentang membedakan formasi rouleaux dengan autoaglutinasi: Membedakan Autoglutinasi dengan Formasi Rouleaux Berikut merupakan contoh kasus pasien mieloma multipel (MM) dengan gambaran pseudoaglutinasi akibat formasi rouleaux berat. Gambaran khas formasi rouleaux dengan bentuk seperti koin yang berjejer atau seperti tumpukan koin yang dijatuhkan ke satu arah Pada formasi
Atypical Chronic Myeloid Leukemia (aCML)
Kriteria diagnostik aCML (menurut WHO 2016) * leukositosis pada darah tepi dengan peningkatan netrofil dan bentuk imaturnya (promielosit, mielosit, dan metamielosit) ≥10% * disgranulopoiesis, termasuk penggumpalan kromatin * basofilia tidak ada atau minimal, biasanya <2% leukosit * monositosis tidak ada atau minimal, <10% leukosit * sumsum tulang hiperseluler dengan proliferasi dan displasia granulosit