Menghitung Smudge Cells pada Pasien CLL

Menghitung Smudge Cells pada Pasien CLL

Leukemia limfositik kronis atau CLL merupakan kasus leukemia paling sering ditemukan, terutama pada ras Kaukasia dengan gambaran klinis yang heterogen, dari tanpa gejala sampai agresif dan mengancam jiwa. Kasus CLL ini di Indonesia sering ditemukan mulai dari tanpa gejala saat dilakukanmedical check upsampai dengan gejala berat yang membutuhkan perawatan intensif.

Faktor prognostik pada CLL (Montserrat, 2017)

Di negara maju, pada pasien dengan CLL sudah dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk memprediksi prognosisnya, di antaranya pemeriksaan FISH untuk melihat penyimpangan sitogenetiknya berupa adanya mutasi del 17p, del 11q, del 13q dan trisomi 12; pemeriksaan RT-PCR untuk melihat mutasi IGVH; dan pemeriksaan flowsitometer untuk melihat CD38 atau protein ZAP70. Tentunya berbagai pemeriksaan ini sulit dikerjakan di negara berkembang seperti Indonesia karena tidak adanya fasilitas pemeriksaan. Salah satu pemeriksaan yang terjangkau, mudah dikerjakan, dan dapat diandalkan untuk menggantikannya adalah dengan menghitungsmudge cells.

Beberapa bentuk smudge cells pada kasus CLL. A. smudge cells dengan bentuk seperti keranjang (kadang disebut sebagai basket cells); B dan C smudge cells dengan gambaran inti yang sudah melebar sehingga batas antara init dan sitoplasma sudah tidak ada; D. kasus CLL tanpa smudge cells

Smudge cellsmemiliki nama lainsmear cells, basket cells, ataushadows ofGumprecht. Awalnya gambaran ini dianggap sebagai artefak yang tidak diperhatikan yang disebabkan oleh interaksi antara kaca preparat dengan sel CLL.Pada penelitian selanjutnya diketahui bahwasmudge cellsterbentuk berhubungan dengan protein vimentin pada sitoskeleton sel leukemik, dimana semakin rendah ekspresi protein vimentin maka sel leukemik makin mudah pecah dansmudge cellsmakin banyak.Smudge cellsmemiliki korelasi yang baik pada berbagai pemeriksaan biomarker prognostik yang telah disebutkan sebelumnya, dimana jika banyak ditemukansmudge cellsmaka prognosisnya lebih baik dibandingkan pasien dengansmudgecellsyang sedikit. Dengan menggunakancut off30% dari penelitian oleh Nowakowski et al, 2009, smudge cells dianggap signifikan jika prosentasenya lebih dari 30% dari total limfosit. Cara menghitungnya adalah dengan rumus sebagai berikut:

Prosentase Smudge Cells (%SC) = Jumlah SC /200 (limfosit + SC) x 100

Dari rumus di atas, yang dihitung hanyalah jumlah limfosit dansmudge cellssaja sampai 200 sel, sedangkan sel-sel yang lain diabaikan.

Contoh:

pada satu preparat apusan ditemukan 35smudge cellsdan 165 limfosit, maka prosentasesmudge cellsnya adalah

%SC= 35 / (165+35) x 100 = 17,5%.

Dengan menggunakan cut off 30%, maka pada contoh kasus ini memiliki nilai prediktif prognosis yang lebih buruk karena memiliki prosentasesmudge cellskurang dari 30%.

Semoga bermanfaat.

Sumber:

Grzegorz S. Nowakowski, James D. Hoyer, Tait D. Shanafelt, et al.Percentage of Smudge Cells on Routine Blood Smear Predicts Survival in Chronic Lymphocytic Leukemia. J Clin Oncol.2009 Apr 10; 27(11): 1844–1849.